Minggu, 24 Mei 2020

Semoga Saja


Berkumpulkah kita di belakang rumah
Bau usang bekas pakaian dan suara pompa air
Perlahan menuntunku dalam romantisme masalalu
Umpatan, pengakuan, dan harapan menyatu

Beberapa celetukan membuat kami tertawa
Bukan karena dalamnya pembicaraan
Mungkin karena terlalu jauhnya angan-angan
Hingga sedikit sekali rasa bersalah

Beberapa jam lagi takbir terdengar
Ini hari terakhir berpuasa
Banyak salah mungkin biasa
Kadang berpura jadi nikmat rasanya

Tumpul sudah mata tombak
Saat dilempar tak pernah kena sasaran
Banyak hal baik yang ku tolak
Bahkan seruan tuhan sering kulupakan

Alih-alih terlena dalam malam takbir
Semua malah terdiam dalam ketakutan
Wabah yang takkunjung hilang
Cukup membuat kejenuhan yang teramat dalam

Bukankah tuhan punya rencana
Bahkan penjual kopi dirumah ini
Lebih banyak senyum dikala pelanggan berkurang
Berapa lama semua akan berbohong

Gadis lugu dengan mata delima
Kembali menutup mulutnya
Sesaat lelaki disebelahnya menyulut api
Disitulah aku percaya bahwa apapun bisa terjadi

Sore itu
Dibelakang kontrakan kecil
Duduk sambil menikmati kopi
Diujung ramadhan

MJK, 23/MEI/2020

0 komentar:

Posting Komentar

Pembaca Yang Baik Selalu Meninggalkan Komentar